Jakarta (ANTARA) – YouTube dilaporkan kembali melakukan eksperimen dengan mengubah tampilan layanannya yang mungkin akan menyulitkan pengguna untuk menekan ikon dislike atau tidak suka pada sebuah konten.
Langkah ini tampaknya merupakan kelanjutan dari keputusan kontroversial YouTube yang sebelumnya menghapus jumlah dislike pada video yang dibuat oleh kreator konten.
Phone Arena, Selasa (20/10) waktu setempat, melaporkan bahwa perubahan tampilan posisi ikon dislike di layanan YouTube ditemukan oleh seorang warganet dengan nama akun @TheBobPony di platform X.
Ia menyebutkan bahwa sekarang tombol dislike tersembunyi di bagian bawah menu tambahan, sehingga pengguna perlu melakukan upaya lebih untuk menemukannya.
Perubahan ini tampaknya terbatas pada sejumlah kecil pengguna, dan tangkapan layar menunjukkan bahwa perubahan tersebut sedang diuji pada situs website desktop. Setidaknya sudah ada dua versi antarmuka yang dibagikan oleh pengguna YouTube di forum diskusi daring.
Eksperimen ini masih dalam tahap uji coba dan belum tentu akan menjadi fitur permanen. Namun, perubahan serupa sudah diterapkan di layanan YouTube Shorts, yang tidak lagi memiliki opsi dislike sejak awal 2026.
Sebagai gantinya, jika pengguna tidak menyukai konten Shorts di YouTube, mereka disarankan untuk memilih menu ikon tiga titik saat menonton konten dan memilih opsi “Tidak Tertarik” atau “Jangan rekomendasikan saluran ini”, sehingga sistem akan menyesuaikan algoritmanya.
Opsi ini memang memungkinkan pengguna untuk menghindari konten yang tidak disukai, namun tidak semudah mengakses satu tombol jempol ke bawah yang biasanya terpampang jelas.
YouTube belum secara resmi mengonfirmasi rencana untuk menghapus tombol dislike. Namun, jika itu terjadi, diharapkan tidak dalam waktu dekat.
Kehadiran dislike masih menjadi cara termudah untuk memberikan sinyal bahwa sebuah video tidak bagus, dan mungkin pengguna lebih nyaman mengaksesnya ketimbang menggunakan cara serupa yang diterapkan pada konten Shorts.



Comments are closed