Review Ricoh GR Monochrome, Kamera Hitam Putih Rp 37 Juta Kontroversial

  • Home
  • IT Solution
  • Review Ricoh GR Monochrome, Kamera Hitam Putih Rp 37 Juta Kontroversial
Spread the love



Jakarta -
Kamera Ricoh GR Monochrome bukan kamera digital biasa. Kamera ini hanya bisa merekam gambar hitam putih. Perangkat ini jelas kontroversial, karena banyak penggemar fotografi mempertanyakan, mengapa ada yang membuat kamera semacam ini padahal kamera digital warna bisa dikonversi hasilnya menjadi hitam putih. Apalagi harga kamera Monochrome ini jauh lebih tinggi daripada kamera Ricoh GR IV yang dapat menghasilkan hasil gambar berwarna.Kelebihan utama kamera dengan image sensor hitam putih adalah hasil foto bisa lebih detail, lebih tajam dan noise-nya lebih sedikit. Kalaupun motret di ISO tinggi, di atas 1600, tekstur noise-nya terlihat lebih organik.
Foto: Enche TjinCrop dari foto di atas. Foto: Enche TjinHasil dari kamera digital warna pada umumnya akan menurun kualitasnya kalau kita menggunakan ISO 1600 atau lebih tinggi, akibat adanya noise atau berkurangnya detail karena proses pengurangan noise (noise reduction).Pada dasarnya, secara fisik dan spek, Ricoh GR monochrome identik dengan Ricoh GR IV yang hadir tahun 2025, hanya ada beberapa perbedaan seperti lampu LED hijau menjadi putih, serta logotype GR di bagian depan kamera yang tadinya putih jadi hitam.Foto: Enche TjinFoto: Enche TjinKamera ini dirancang untuk penggunaan satu tangan, jadi semua tombol dan dial bisa diakses dengan jemari tangan kanan kita. Ukurannya sangat compact, khas Ricoh GR dan bisa dikantongi di celana kargo atau jaket.Ricoh GR Monochrome memiliki image sensor 24MP dan lensa ekuivalen 28mm f/2.8, termasuk lensa wide, cukup lebar untuk bercerita dan dapat membuat gambar yang berdimensi tanpa distorsi yang berlebihan.


Foto: Enche TjinFoto: Enche TjinCrop dari foto di atas. Foto: Enche TjinSalah satu keunikan Ricoh GR Monochrome adalah ia punya berbagai profile warna. Yang baru di GR Mono adalah Solid, yang karakter kontrasnya tinggi, tapi tetap kaya detail di bagian gelapnya. Beberapa profil lainnya (di kamera Ricoh istilahnya image control) yaitu soft, high contrast, grainy dan HDR. Bagi yang suka fine tuning bisa memanfaatkan custom profile.Foto: Enche TjinBerbagai profil dari kiri ke kanan: Standard, Solid, Grainy, HDR. Foto: Enche TjinDengan profil bermacam-macam ini, penggunanya gak akan cepat bosan, soalnya banyak yang bisa kita mainkan sesuai dengan subjek foto dan suasana apa yang ingin diceritakan.Satu hal yang baru di Ricoh GR ini adalah adanya filter merah (red filter) yang built-in di kameranya. Untuk mengaktifkannya tinggal tekan tombolnya. Efeknya membuat warna merah menjadi lebih terang, dan warna biru dan hijau jadi lebih gelap. Bisa diterapkan untuk foto pemandangan, langit biru muda akan terlihat jadi lebih gelap. Bunga mawar jadi terang dan hijau daun jadi lebih gelap, membuat subjek foto lebih terpisah dari backgroundnya.Foto: Enche Tjin

Di seputar Pasar Gede Solo, ada banyak lampion di jalan yang berwarna merah, tanpa filter merah, warna lampion menjadi abu-abu tua, sedangkan dengan red filter diaktifkan, lampion menjadi lebih terang, lebih menarik dan warna biru langit sedikit lebih gelap, sehingga tekstur awan lebih terlihat. Sayangnya saat itu agak mendung, jadi kurang gelap langitnya.Tanpa filter. Foto: Enche TjinDengan filter. Foto: Enche TjinFilter merah juga membatasi cahaya, sehingga hasil foto lebih gelap sekitar dua stop dibandingkan tanpa menggunakan filter. Kurang lebih jadi seperti mini filter ND.Tanpa filter. Foto: Enche TjinDengan filter. Foto: Enche TjinBaterai GR Monochrome seperti Ricoh GR IV. Baterainya beda, kapasitasnya lebih besar dari GR sebelumnya dan slot memory-nya micro SD. Bagi yang tidak punya micro SD tidak perlu khawatir karena kameranya punya internal memory 53 GB, jauh lebih besar dari Ricoh GR III (kamera generasi sebelumnya) yang hanya 2GB. Internal memory akan membantu sekali, terutama bagi yang suka lupa bawa memory card.Yang merupakan kelemahan dari kamera Ricoh GR Monochrome ini yaitu kinerja autofokusnya yang hanya mengandalkan deteksi kontras. Akibatnya, jika berada di kondisi kontras rendah atau gelap, autofokusnya akan pelan dan lensanya sering ‘hunting’ maju mundur. Di kondisi cahaya yang cukup, autofokus bekerja dengan sangat baik.Foto: Enche TjinRicoh GR Monochrome merupakan salah satu kamera yang yang unik, dan signifikan bagi penggemar Ricoh. Dari zaman Ricoh membuat kamera compact film, banyak sekali fans Ricoh (GR-ist), yang eksklusif memotret hitam putih, padahal menggunakan kamera digital Ricoh GR biasa. Jadi untuk fotografer-fotografer pecinta B&W, kamera khusus untuk mereka sudah tiba.Ricoh GR Monochrome sudah hadir di Indonesia sejak awal Maret 2026 dengan harga Rp 37.900.000.



(rns/fay)



Sumber Asli


Spread the love

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leon

Admin Support