Jakarta (ANTARA) – Tweet pertama di platform media sosial Twitter (sekarang X) ternyata telah mencapai usia 20 tahun.
Semua dimulai dengan Jack Dorsey yang mengunggah pesan sederhana, “saya sedang menyiapkan twitter.”
Menurut laporan TechCrunch, pada Sabtu (21/3) waktu setempat, unggahan tersebut akhirnya melahirkan media sosial yang kini dikenal sebagai X.
Tweet itu kemudian dijual oleh Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter, sebagai NFT dengan harga 2,9 juta dolar AS. Namun, nilainya dilaporkan mengalami penurunan karena tidak dapat dijual kembali.
Setelah semua itu, Twitter bertransformasi menjadi platform X yang kini dimiliki oleh Elon Musk.
Sejak Elon Musk mengambil alih X, jumlah karyawan dipangkas secara drastis, yang memicu berbagai kontroversi.
Platform ini semakin menghadapi berbagai kontroversi setelah diperkenalkan dengan chatbot Grok dari xAI, yang menampilkan respons negatif bernada antisemit serta digunakan untuk menghasilkan deepfake seksual yang memperlihatkan wanita dan anak-anak sungguhan.
Saat ini, X masih memiliki pengaruh yang kuat di antara beberapa kelompok pengguna media sosial, sama seperti saat masih bernama Twitter, meskipun persaingan di industri tidak dapat dihindari, terutama dengan kehadiran Bluesky dan Threads milik Meta.
Hal ini juga tercermin dalam laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Threads telah melampaui X dalam hal jumlah pengguna seluler harian.



Comments are closed