Jakarta –
Sebagai seorang anggota amatir radio yang melihat hobi ini melalui kacamata ‘Renaissance’ teknologi, keinginan terbesar saya dalam merayakan Hari Radio Amatir Sedunia adalah menegaskan kembali bahwa kita bukan sekadar entitas yang terjebak dalam nostalgia masa lalu.Perayaan yang diperingati setiap tanggal 18 April ini harus menjadi panggung untuk membuktikan bahwa amatir radio justru semakin relevan, cerdas, dan strategis di tengah arus inovasi digital.ORARI Foto: FayyasBerikut adalah beberapa harapan dan keinginan mendalam saya dalam merayakan momentum bersejarah ini:
1. Menampilkan Wajah Inovasi di Abad KeduaKeinginan utama saya adalah melihat komunitas amatir radio benar-benar mengimplementasikan tema tahun 2026, yaitu ‘Advancing the Spirit of Amateur Radio Through Innovation’. Saya berharap perayaan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi teknologi radio berbasis perangkat lunak (SDR), pemrosesan sinyal digital (DSP), hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) yang kini tengah kita kembangkan.Dunia perlu tahu bahwa kita telah melampaui batas telegrafi manual dan kini aktif menggunakan mode digital seperti FT8 yang mampu menembus tingkat kebisingan di bawah ambang pendengaran manusia.2. Menginspirasi Generasi Muda Melalui STEMSaya ingin Hari Radio Amatir Sedunia menjadi katalisator bagi generasi muda Indonesia untuk menguasai bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Harapan saya adalah frekuensi amatir semakin banyak digunakan oleh universitas dan sekolah untuk mengoperasikan satelit mikro (CubeSat). Melalui kegiatan ‘Ham Radio Open House’ yang didorong secara global, saya ingin kita membuka pintu stasiun lebar-lebar untuk menunjukkan kepada publik bahwa amatir radio berada di garis depan teknik komunikasi masa depan.3. Memperkuat Benteng Perlindungan Spektrum GlobalSebagai bagian dari sejarah panjang yang dimulai di Paris pada tahun 1925, saya ingin perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran International Amateur Radio Union (IARU) sebagai Anggota Sektor di ITU. Tanpa advokasi sukarelawan ahli yang kita rayakan hari ini, pita frekuensi kita mungkin sudah dikuasai sepenuhnya oleh kepentingan komersial dan militer. Keberhasilan melindungi frekuensi microwave di forum WRC-23 adalah pencapaian profesional yang harus terus kita pertahankan demi keberlangsungan eksperimen di masa depan.4. Menegaskan Peran dalam Ketahanan NasionalDi Indonesia, keinginan saya adalah memperkuat posisi amatir radio sebagai tulang punggung komunikasi saat ‘semua sistem lainnya gagal’. Saya berharap masyarakat dan pemerintah semakin menyadari peran strategis Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) melalui personel Communication and Rescue (CORE) dalam mitigasi bencana dan operasi kemanusiaan. Dedikasi relawan kita, seperti yang terlihat dalam ‘Operasi Ketupat’, adalah aset nasional yang bekerja mandiri tanpa tergantung pada penyedia layanan komersial mana pun.5. Merajut Persahabatan Global Tanpa SekatAkhirnya, keinginan saya adalah merayakan kemampuan unik hobi ini dalam menyatukan jutaan orang lintas batas negara dalam bingkai persahabatan global. Saya ingin Hari Radio Amatir Sedunia menjadi bukti bahwa di balik perangkat radio kita, terdapat benang merah yang merajut persaudaraan dunia melalui teknologi yang demokratis dan tangguh. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa gelombang radio amatir adalah gelombang yang tak pernah padam dan akan terus berkembang menyongsong masa depan komunikasi.Selamat Hari Radio Amatir Sedunia!*) Penulis adalah blogger dan pegiat amatir radio.
(rns/rns)


