Sure! Here’s a rewritten version of the content while keeping the HTML tags intact:
Las Vegas (ANTARA) – Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa perusahaannya menargetkan penerapan 25.000 agen kecerdasan buatan (AI) yang akan dikelola oleh 5.000 karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam wawancara eksklusif dengan media di acara Google Cloud Next 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (22/4) waktu setempat, Vikram menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi AI North Star, yang bertujuan untuk mengubah identitas perusahaan menjadi AI-Native TechCo.
“Melihat ke depan di tahun 2028, Indosat akan memiliki sekitar 5.000 karyawan dan 25.000 agen AI. Inilah cara kami membayangkan masa depan. Peningkatan akan terjadi pada jumlah karyawan, tetapi pertumbuhan yang signifikan akan didapatkan dari jumlah agen,” kata Vikram.
Menurut Vikram, IOH menjadi perusahaan pertama di Asia yang mulai memanfaatkan Gemini Enterprise untuk karyawan. Berdasarkan data perusahaan, sekitar 1.400 dari total 3.500 karyawan sudah menggunakan AI setiap hari untuk meningkatkan kinerja mereka.
IOH juga telah menjalin kerjasama erat dengan Google Cloud, termasuk dalam platform open source Sahabat-AI yang bertujuan untuk memahami konteks sosial, budaya, dan bahasa lokal di Indonesia.
Meskipun mengandalkan AI untuk mencapai tujuan ambisius dalam bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi AI-Native TechCo, Vikram menekankan bahwa talenta digital menjadi semakin penting. Kehadiran AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi karyawan, tetapi untuk memberdayakan mereka.
Vikram menegaskan bahwa pada tahun 2028, bukan agen AI yang akan mengatur manusia, melainkan manusia yang akan memberi arahan kepada agen AI untuk meningkatkan produktivitas. Ia menyatakan bahwa agen AI akan dianggap setara dengan karyawan dalam hal pengawasan, guna memastikan bahwa mesin tersebut mematuhi batas keamanan untuk mencegah pelanggaran data.
“Yang terpenting, karyawan akan memimpin, bukan agen yang memimpin karyawan. Karyawan akan tetap mengendalikan, tidak sekadar pelengkap. Arsitektur referensi kami telah siap untuk sistem berbasis agen,” ujar Vikram.



Comments are closed