Jakarta (ANTARA) – MDI Ventures, perusahaan modal ventura yang merupakan bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, baru saja merilis white paper yang menyoroti integrasi antara modal ventura, artificial intelligence (AI), dan infrastruktur digital untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital bagi 65 juta UMKM di Indonesia.
Laporan berjudul “Catalyzing Digital Resilience and Sustainable Growth: Advancing Inclusive Innovation and AI-Driven Impact Across Indonesia’s Digital Economy” menyatakan bahwa UMKM menyumbang 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 96,5 persen tenaga kerja di seluruh negeri.
“White paper terbaru kami mencerminkan peran MDI Ventures sebagai enabler yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di masyarakat,” kata Direktur MDI Ventures, Roby Roediyanto, dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Senin.
Ia menjelaskan bahwa fokus white paper ini adalah pada bagaimana investasi dapat menghubungkan inklusi keuangan, kesiapan AI, ketahanan siber, dan menciptakan dampak yang terukur.
Tantangan yang dihadapi saat ini, menurutnya, adalah memastikan investasi mendukung digitalisasi UMKM untuk tetap relevan dan berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
White paper ini juga merupakan usaha MDI Ventures untuk memperjelas titik temu antara inovasi, kebutuhan pasar, dan arah kebijakan untuk founder, investor, entitas Telkom Group, ekosistem BUMN, serta regulator.
“Hal ini terlihat dalam berbagai portofolio kami di bidang AI, cybersecurity, dan infrastruktur digital, yang menawarkan solusi konkret untuk menghadapi berbagai tantangan. Dengan pendekatan ini, kami percaya teknologi dapat menciptakan nilai ekonomi dan menghasilkan dampak sosial serta lingkungan yang terukur,” kata Roby.
Salah satu temuan utama dalam laporan tersebut adalah pentingnya impact capital untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan di Indonesia.
Secara global, nilai impact investing telah mencapai 1,571 triliun dolar AS dalam aset kelolaan (assets under management/AUM) dengan pertumbuhan sebesar 21 persen per tahun sejak 2019. Sementara itu, Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,7 triliun dolar AS untuk menutup kesenjangan pembiayaan Sustainable Development Goals (SDGs) hingga 2030.
Dalam konteks ini, corporate venture capital dianggap memiliki peran strategis dalam menghubungkan modal dengan sektor-sektor berdampak tinggi.
Selain itu, AI dianggap sebagai solusi untuk mengurangi kesenjangan kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pada tahun 2023, hanya 2,2 persen pelaku usaha mikro dan kecil yang mengakses pinjaman bank, menunjukkan masih ada keterbatasan dalam akses pembiayaan formal.
MDI Ventures meyakini bahwa pendekatan seperti credit scoring berbasis data alternatif, yang digunakan Ascore.ai (Amartha), dapat memperluas akses kredit bagi segmen yang selama ini belum terlayani.
Di tengah meningkatnya risiko keamanan digital, dengan 56,1 juta data terekspos dan 5.780 insiden defacement sepanjang tahun 2024, perusahaan melihat ketahanan siber sebagai elemen penting untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional serta mendorong kebutuhan akan sistem perlindungan siber yang lebih proaktif.
Untuk itu, MDI Ventures mendukung pengembangan kapabilitas threat intelligence dan early warning system bagi perusahaan serta institusi strategis melalui CYFIRMA, portofolio keamanan siber berbasis AI dari Singapura.
Dampak positif juga terlihat dari kinerja beberapa portofolio MDI Ventures dalam mendorong inklusi digital, seperti Amartha yang telah mendistribusikan lebih dari Rp28 triliun kepada 2,8 juta UMKM, Qoala yang memiliki 445 juta polis mikroasuransi, serta Privy yang memenuhi kebutuhan lebih dari 57 juta pengguna terverifikasi.
“Dengan pendekatan ini, kami berusaha menjaga akuntabilitas portofolio dan menunjukkan kepada investor serta mitra korporasi bahwa dampak dan imbal hasil dapat berkembang secara bersamaan,” katanya.
Kedepannya, MDI Ventures akan terus memperhatikan sektor-sektor esensial seperti AI, keamanan siber, dan blockchain, sejalan dengan arah strategis perusahaan yang semakin menekankan pada investasi berbasis dampak yang terukur.



Comments are closed