Jakarta (ANTARA) – YouTube dilaporkan telah meluncurkan fitur terbaru di layanan Shorts yang bernama “2x speed”, memungkinkan pengguna untuk menonton video pendek dalam waktu yang lebih singkat.
Dikutip dari TechCrunch, Kamis (25/6), platform milik Google tersebut mengungkapkan bahwa fitur ini ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik dalam menyerap informasi dengan lebih cepat atau untuk menemukan bagian favorit dengan lebih mudah.
Selain fitur “2x speed”, Shorts juga mendapatkan beberapa fitur tambahan lainnya untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Contoh fitur tambahan adalah penghapusan tombol “tidak suka” pada Shorts.
Alih-alih memilih opsi “tidak suka”, pengguna kini dapat memanfaatkan fungsi “Not Interested” dan “Don’t recommend this channel” untuk mengurangi minat pada konten tertentu.
Demikian juga untuk menunjukkan ketertarikan pada suatu konten, daripada hanya mengklik ikon jempol ke atas, pengguna kini dapat menggunakan emoji hati untuk mengekspresikan suka terhadap konten tersebut.
Terakhir, YouTube juga memperkenalkan mode baru bernama “Clean Screen mode”. Mode ini dirancang untuk menyembunyikan sementara “semua ikon dan teks dari tampilan pemutaran”, sehingga pengguna dapat menikmati konten dengan tampilan yang bersih tanpa gangguan ikon-ikon yang mengambang.
Seluruh perubahan ini bertujuan untuk menciptakan “pengalaman Shorts yang lebih intuitif,” ujar perusahaan tersebut.
Namun, masih belum jelas kapan pembaruan ini akan diterapkan. Perusahaan menyatakan bahwa fitur-fitur ini akan diluncurkan secara bertahap, tetapi tidak memberikan tanggal spesifik.
YouTube terbilang terlambat memasuki industri platform berdurasi pendek pada 2024, setahun setelah TikTok dan Instagram Reels diluncurkan.
Meskipun demikian, Shorts berhasil menarik banyak pengguna, bahkan pada Juni 2025, CEO YouTube Neal Mohan mengungkapkan bahwa konten di Shorts rata-rata ditonton sebanyak 200 miliar kali setiap harinya.
Shorts juga dalam laporan lain di awal 2026 menyebutkan bahwa tayangannya semakin banyak ditonton pengguna melalui layar TV dengan total 2 miliaran jam konten setiap bulannya.



Comments are closed