Wamenkomdigi mengajak pemuda untuk menciptakan demokrasi yang dinamis.

  • Home
  • IT Solution
  • Wamenkomdigi mengajak pemuda untuk menciptakan demokrasi yang dinamis.
Spread the love

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengundang generasi muda untuk menciptakan demokrasi yang responsif dalam menghadapi tantangan era digital yang baru.

Ia menyatakan bahwa tantangan Indonesia setelah 28 tahun reformasi tidak hanya berkisar pada pemeliharaan kebebasan, tetapi juga dalam memastikan demokrasi mampu membawa kesejahteraan, menangani disinformasi, dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Saat ini, teknologi memberikan banyak keuntungan bagi kita untuk memperluas demokrasi, namun di sisi lain juga dapat memperburuk konflik,” ujarnya dalam acara Diskusi Pemuda bertema “28 Tahun Reformasi: Perjuangan Masa Lalu, Kini, dan Esok” di Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Sesuai dengan yang diungkap dalam siaran pers kementerian pada Senin, ia menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital telah menghasilkan beragam platform media sosial, yang meskipun membawa banyak manfaat, juga menimbulkan risiko konflik.

“Kita melihat bahwa media sosial memiliki potensi untuk menciptakan polarisasi, disinformasi, memperkuat politik identitas, dan menjadi echo chamber, di mana suara kita terpantul kembali kepada diri kita sendiri karena algoritma yang bekerja demikian,” ia menjelaskan.

“Informasi yang muncul di media sosial tidak ditentukan oleh benar atau salah, tetapi lebih pada apakah Anda menyukainya atau tidak, apakah Anda memiliki sentimen atau tidak. Jadi, yang berperan adalah sentimen, bukan fakta,” ia menambahkan.

Walaupun menghadapi banyak tantangan, Nezar optimis bahwa demokrasi Indonesia akan terus berkembang, mengingat mayoritas penduduknya adalah generasi yang telah merasakan kebebasan demokrasi.

Ia menyebutkan bahwa saat ini, populasi berusia 15 hingga 55 tahun, yang terdiri dari kaum muda dan produktif, hampir mencapai 60 persen dari total penduduk Indonesia.

“Jika dilihat, ini adalah generasi yang menikmati kebebasan demokrasi, yang menginternalisasi nilai-nilai kebebasan ini, dan menjadi acuan dalam setiap tindakan politik mereka,” katanya.

Nezar mengajak generasi muda untuk menjadikan perjalanan reformasi selama 28 tahun sebagai landasan dalam menghadapi tantangan demokrasi di masa mendatang.

Sumber Asli


Spread the love

Comments are closed

Leon

Admin Support