Jakarta (ANTARA) – OpenAI telah meluncurkan ChatGPT untuk Remaja, yang menawarkan perlindungan otomatis bagi pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.
Menurut Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, ChatGPT untuk Remaja dilengkapi dengan sistem pelindungan sesuai usia, serta fitur keamanan dan pembelajaran tambahan.
“AI dapat menciptakan banyak peluang bagi generasi muda untuk belajar dan menjelajahi hal-hal baru. Di sisi lain, orang tua tentu ingin merasa yakin bahwa AI digunakan dengan perlindungan dan bimbingan yang tepat,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
ChatGPT untuk Remaja menyediakan berbagai fitur yang mendukung penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara lebih sehat dan terarah untuk anak-anak dan remaja, termasuk Pengingat Istirahat, Jam Tenang, dan Mode Belajar.
Selain itu, ada fitur Pengawasan Orang Tua yang memungkinkan orang tua menghubungkan akun mereka dengan akun remaja untuk mengatur beberapa pengaturan, menetapkan jam tenang, serta menerima notifikasi keamanan saat situasi berisiko tinggi muncul.
Namun, orang tua tidak dapat melihat percakapan pengguna ChatGPT untuk Remaja.
OpenAI juga memperkenalkan Panduan Praktis AI untuk Keluarga, atau PandAI untuk Keluarga, yang berfungsi sebagai panduan praktis bagi orang tua dan remaja untuk menggunakan AI dengan aman dan bertanggung jawab.
PandAI mendorong keluarga untuk memulai percakapan, mengeksplorasi penggunaan AI bersama, serta mengembangkan kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja.
Data global OpenAI menunjukkan bahwa 9 dari 10 remaja yang menggunakan platformnya memanfaatkan ChatGPT setiap minggu.
Namun, menurut hasil survei global United Nations Interregional Crime and Justice Research Institute (UNICRI) tahun 2025, sekitar 44 persen orang tua merasa belum memiliki cukup pengetahuan untuk membimbing anak mereka dalam menggunakan AI.
Sandy menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka dalam menggunakan AI.
“Keterlibatan orang tua tetap vital untuk menciptakan ruang terbuka bagi remaja untuk berdiskusi dan menetapkan batasan bersama,” ujarnya.
“Dengan PandAI, kami berharap semakin banyak keluarga yang merasa lebih siap untuk menjalani proses ini bersama,” tambahnya.
PandAI dikembangkan bersama platform edukasi parenting Indonesia, Good Enough Parents, untuk memastikan relevansinya dengan kebutuhan keluarga di Indonesia.
Panduan ini dilengkapi dengan Kartu mAIn, yaitu kartu percakapan untuk memfasilitasi orang tua dan remaja berdiskusi tentang topik seperti cara berpikir kritis, privasi, serta pentingnya waktu untuk mencari dukungan dari orang lain.



Comments are closed