Jakarta (ANTARA) – Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Luat Sihombing menegaskan bahwa budaya Indonesia dapat berfungsi sebagai salah satu sumber inspirasi atau dasar yang diperhatikan oleh pengembang gim untuk dihasilkan menjadi karya yang dapat mendunia.
Dalam acara “Peluncuran Laporan White Paper Tencent” yang merupakan bagian dari World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis, Luat menjelaskan bahwa budaya lokal yang dimaksud mencakup elemen popularitas serta meme yang berkembang di masyarakat, yang awalnya hanya dikenal di Indonesia, namun akhirnya mendapat pengakuan global.
“Kami melihat pengembang gim di Indonesia berusaha untuk tetap relevan dan mengembangkan ekosistem mereka. Mereka mengeksplorasi pasar global dengan pendekatan yang berbeda. Dari konten lokal ke konten global, namun tetap memasukkan budaya lokal ke dalam gim mereka,” ungkap Luat.
Dia mencontohkan sebuah gim sukses yang berhasil menerapkan pendekatan ini dan menarik perhatian tidak hanya dari pemain lokal, tetapi juga internasional, yaitu “Bus Simulator Indonesia” (BUSSID).
Permainan ini menggabungkan elemen yang sangat lokal dan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, termasuk unsur meme “om telolet om” yang viral pada 2016 dan kini kembali populer karena menjadi tema lagu oleh grup wanita No Na.
“Mekanismenya, konten tersebut berkembang dengan meme yang diintegrasikan dalam gim, dan permainan ini berhasil menarik pemain yang sangat loyal di Indonesia. Itu sangat menarik dan terus berkembang. Kesuksesannya dapat dilihat dari jumlah pengguna aktif bulanan yang terus bertambah hingga saat ini. Bahkan, mereka mampu menarik pemain dari India juga,” tambah Luat.
Kesuksesan ini, menurutnya, bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengembang gim pemula atau indie untuk menciptakan karya-karya yang dapat mendunia.
Selain mendorong pemanfaatan budaya lokal dalam pengembangan gim yang berdampak pada industri gim Indonesia, pemerintah juga telah menyiapkan regulasi yang mendukung sektor ini.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui revisi Peraturan Presiden nomor 19 tahun 2024 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional yang diharapkan dapat lebih efektif mendukung pertumbuhan pelaku industri.
Laporan Tencent White Paper yang disusun oleh firma konsultan kebijakan publik Access Partnership berjudul “Industri video game: Membuka level berikutnya dalam pengembangan ekonomi dan sosial di Asia Tenggara” memperlihatkan bahwa pada tahun 2025, industri gim Indonesia diperkirakan menghasilkan pendapatan total sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp23 triliun.
Pada tahun tersebut, industri gim juga diprediksi menciptakan 257.400 lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja lokal Indonesia.
Diproyeksikan pada tahun 2030, industri gim akan berkontribusi terhadap ekonomi nasional dengan pendapatan mencapai 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp59 triliun) dan menciptakan 476.000 lapangan pekerjaan.



Comments are closed