Kemkomdigi menyelidiki anomali peringkat IGRS di platform Steam

  • Home
  • IT Solution
  • Kemkomdigi menyelidiki anomali peringkat IGRS di platform Steam
Spread the love

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sedang menjalankan penyelidikan mendalam terkait anomali dalam pemberian rating pada Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk gim-gim di platform Steam yang tengah menjadi perhatian publik.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa terdapat beberapa gim yang memiliki rating IGRS yang tidak sesuai dengan kontennya. Sebagai contoh, gim PUBG mendapatkan rating 3+, sedangkan gim Upin Ipin Universe ditujukan untuk usia 18+.

“Kami merasa ini sangat aneh dan janggal, oleh karena itu kami melakukan investigasi ini untuk menggali apa sebenarnya masalah yang ada, baik di internal Komdigi maupun dari pihak Steam,” ungkap Sonny di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, pada Selasa.

Sonny menambahkan bahwa investigasi ini dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti komunitas, asosiasi, dan pelaku industri gim untuk mencari tahu penyebab dari anomali klasifikasi gim di platform Steam.

Di sisi lain, pihak Steam telah menghapus (take down) label rating IGRS dari gim-gim yang ada di platformnya untuk mencegah kebingungan masyarakat.

Sonny menyatakan bahwa Steam juga sedang melakukan penyelidikan internal terkait kesalahan klasifikasi gim tersebut dan akan segera mengumumkan hasilnya setelah teridentifikasi.

“Jadi, tidak ada lagi rating yang membingungkan dan aneh tersebut. Sudah di take down oleh Steam sambil mereka melakukan penyelidikan internal,” ujar Sonny.

Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia resmi untuk permainan video di Indonesia yang diperkenalkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Ada beberapa kategori klasifikasi gim berdasarkan usia yang ditetapkan oleh IGRS, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+.

IGRS hadir untuk memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus sebagai panduan bagi orang tua dan anak dalam memilih gim yang sesuai dengan usia.

Sonny menegaskan, jika ditemukan masalah dalam penerapan IGRS, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut demi memastikan perlindungan bagi konsumen dan industri gim.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan kondisi di mana lebih dari 10 tahun, konsumen dan industri tidak mendapatkan perlindungan serta kepastian yang memadai dalam hal rating usia,” tegasnya.

“Oleh karena itu, produk digital yang dijual dan didistribusikan di Indonesia harus memiliki standardisasi, yang kami simplify (sederhanakan) menjadi rating, sehingga orang tua dapat memastikan anaknya bermain gim dengan rating yang sesuai dengan umur mereka,” kata Sonny.

Sumber Asli


Spread the love

Comments are closed

Leon

Admin Support