Jakarta (ANTARA) – MediaTek, pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, mempersembahkan hasil kolaborasi dengan Starlink untuk menyediakan layanan komunikasi satelit di perangkat seluler.
Kerja sama antara kedua perusahaan ini memungkinkan lebih banyak pengguna layanan mobile di seluruh dunia untuk menerima pemberitahuan tentang bencana melalui Commercial Mobile Alert System (CMAS), platform Wireless Emergency Alerts (WEA), dan Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS).
“Solusi yang kami tawarkan bertujuan untuk mengatasi kekurangan cakupan seluler yang sering muncul selama bencana alam dan keadaan darurat lainnya, serta sebagai langkah penting untuk penerapan komersial teknologi NR-NTN (New Radio – Non-Terrestrial Network) yang telah distandarisasi,” ujar Corporate Senior VP dan General Manager of the Wireless Communication Business Unit MediaTek, JC Hsu, dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam acara MWC yang berlangsung dari 2 hingga 5 Maret di Spanyol, MediaTek mendemonstrasikan layanan Starlink Mobile pada perangkat yang menggunakan MediaTek M90, modem 5G pertama di dunia dengan teknologi satelit (built-in).
Fitur Direct to Cell memanfaatkan konektivitas S-Band di satelit untuk memastikan pengguna dapat menggunakan perangkat mobile mereka untuk menerima informasi darurat dengan tepat waktu di mana saja di dunia.
Kolaborasi MediaTek dan Starlink saat ini diterapkan pada layanan WEA di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, dengan lebih dari 4,4 juta orang telah terhubung ke Starlink Mobile selama keadaan darurat.
“Kami menggabungkan keandalan teknologi satelit kami dengan jaringan satelit milik Starlink untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan akses ke peringatan darurat yang penting demi keselamatan jiwa dalam situasi kritis,” tambah JC Hsu.



Comments are closed