Jakarta –
Drone buatan Iran terbukti sangat merepotkan dalam perang di Timur Tengah. Nah menurut pakar, Iran juga dapat menggunakan drone untuk melancarkan serangan mematikan ke Amerika Serikat, terutama di California.Dikutip detikINET dari New York Post, baru-baru ini FBI mengeluarkan peringatan mendesak pada jajaran kepolisian di seluruh California mengenai potensi serangan drone Iran,”Kami baru-baru ini memperoleh informasi bahwa awal Februari 2026, Iran diduga berambisi menggelar serangan mendadak menggunakan kendaraan udara tak berawak dari sebuah kapal tak dikenal di lepas pantai Tanah Air Amerika Serikat, khususnya terhadap target-target yang belum ditentukan di California, seandainya AS melancarkan serangan terhadap Iran,” sebut FBI.
Menurut Brett Velicovich, mantan prajurit intelijen dan operasi khusus Angkatan Darat AS yang dulu menggunakan drone untuk memburu para pemimpin ISIS, pasukan Iran punya teknologi, kemampuan, dan motivasi untuk melancarkan serangan drone yang menghancurkan terhadap target-target di California.Peringatan FBI kepada penegak hukum setempat menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini sebenarnya. “Kita sangat rentan terhadap serangan drone. Kita tidak siap untuk ini,” cetusnya.Ia menyebut Iran tidak diragukan memiliki ribuan drone serang yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer dan dapat terbang sejauh ratusan kilometer sebelum menghantam target. “Ini adalah drone serang satu arah jarak jauh sangat mumpuni dan dapat dikirim dalam bentuk kawanan,” jelas Velicovich, yang pernah dipuji Trump sebagai salah satu pakar perang drone terkemuka.Velicovich mengatakan drone semacam itu dapat diluncurkan dari kapal dan skenario tersebut bisa terjadi di California. Peluncuran seperti itu bahkan dapat dilakukan dari kapal drone tak berawak. “Anda bahkan tak butuh manusia di dekat sistem ini. Anda bisa meluncurkannya melalui Starlink dari sebuah kapal berjarak 1.000 mil,” ucapnya.Koneksi Iran dengan Meksiko dan negara-negara Amerika Selatan berarti serangan drone juga dapat diluncurkan dari sana. Menurutnya, strategi Iran adalah menebar ketakutan dengan serangan drone, menargetkan kerumunan orang atau infrastruktur penting untuk menimbulkan kengerian maksimal.”Targetnya pusat populasi, infrastruktur, pelabuhan, lokasi-lokasi yang dapat mengganggu perekonomian. Ini adalah masalah yang patut mendapat perhatian nasional,” sebutnya.Acara olahraga, hotel, perkantoran, kantor pemerintahan, dan pangkalan militer adalah target yang mungkin diincar. Drone yang digunakan untuk menyerang California akan membawa bahan peledak ke target dengan akurasi presisi dan hanya butuh koordinat GPS untuk menetapkan sasaran.Pertahanan terhadap serangan semacam itu harus berlapis. Taktik anti drone meliputi rudal untuk menjatuhkan pesawat tak berawak dari langit, pengacak sinyal untuk mengganggu kendali dan navigasi, serta laser untuk membutakan dan merusak sirkuit internalnya.Velicovich menilai langkah FBI sudah tepat untuk memperingatkan penegak hukum dan publik tentang kemungkinan serangan semacam itu. “Mereka memiliki kewajiban memperingatkan rakyat Amerika dan punya kewajiban memperingatkan penegak hukum setempat agar waspada,” tuturnya.Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) terus memantau situasi. “Saat ini, tidak ada ancaman yang diketahui atau spesifik terhadap Los Angeles. LAPD tetap siap dan berkomitmen untuk menjaga keselamatan publik dari semua potensi ancaman,” kata mereka.
(fyk/fyk)


