Jakarta –
Peringatan — cerita ini mungkin akan menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi penyintas kekerasan. Viral di TikTok kisah perempuan yang mengalami kekerasan dari kakak kandungnya sendiri. Dia diinjak hingga rahangnya memar dan cedera fatal lainnya.Cerita ini dibagikan oleh akun @sarahhanifah17 yang telah melaporkan kasus ini ke kepolisian.
“Impianku selalu pengen punya keluarga cemara, bahagia, kompak tidak pernah saling tersaingi. Tidak pernah iri sama pancapaian keluarganya🥹 selalu pengen punya kakak dan keluarga kayak kak @Fadil Jaidi 🥹,” ujarnya di keterangan video.”Tapi mimpi aku terlalu tinggi, sampe aku sering dihujat sama netizen kalo aku f4kir kismin 🥹 bahkan sama kk ku sendiri aku sering dikatain kata kasar🥹 guys udah ya jangan jahat jahat sama aku, aku selalu sendirian disini. Dari kecil aku selalu mencoba menyelesaikan masalah sendirian, dan ini udh kesekian kalinya aku diginiin sama kk ku sendiri☺️,” imbuhnya.Dari unggahan perempuan ceria yang menjadi brand ambassador kampusnya ini, tampak foto beberapa bagian tubuhnya yang memar. Rahangnya bengkak dan kebiruan, sementara ia harus menahan rasa sakit di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) seorang diri.Hingga saat ini, video tersebut telah disaksikan sebanyak 13.700 kali dan puluhan komentar. Kepada detikINET, Dina Maharani (29) membagikan kisahnya mengalami kekerasan dari kakaknya.”Mereka (keluarga Dina — red) minta tolong sama aku buat cabut laporannya, mereka nggak tanya aku baik-baik aja apa nggak. Bahkan aku masih trauma kalau mau tidur, aku nggak bisa tidur sampai jam 2-3 pagi, jam tidur aku tuh bener-bener jelek banget,” ucapnya melalui pesan suara, Rabu (1/3/2026).”Sampai aku mau ke kampus aja aku nggak berani, aku malu, karena di muka aku tuh lebamnya gede. Terus rahang aku kelihatan gede. Terus yang bahu kanan itu, itu sampe ngeblok,” sambungnya.Menurut penuturan Dina, sebenarnya sejak dulu dia sudah beberapa kali mengalami baik kekerasan fisik maupun verbal dari kakaknya itu, inisial Y. Akan tetapi, mereka tetap berusaha menjalin hubungan keluarga yang harmonis, seakan tidak pernah ada masalah besar di antara mereka.Kisah ini jadi berbeda ketika Dina mempercayakan kakaknya untuk membuat pesanan kue. Dengan segala drama yang ada, Dina meminta kakaknya untuk membayar ongkos kirim sebesar Rp 25.000. Bukan masalah nominal, Dina merasa itu merupakan bentuk tanggung jawab dan profesionalitas dari seorang penjual.”Memang uangnya nggak gede, tapi aku di sini mau dia tuh profesional, dia udah berapa kali nggak profesional. Kayak yang dulu-dulu dia jualan risol, aku nawarin ke manajer aku, terus manajer aku mau order 30 box, dia bilangnya nggak sanggup gitu. Terus ngapain nawarin kalau emang nggak bisa?” keluh Dina.Masalah justru melebar karena sang kakak merasa kewalahan telah mengantar orangtua mereka untuk berobat ke rumah sakit sebanyak dua kali. Dina pun heran karena selama ini dia lah yang biasanya mengantar orangtuanya untuk berobat.Kronologi kejadianPada 24 Maret 2026, Dina yang merupakan ibu satu anak, memutuskan untuk menginap di rumah ibunya karena anaknya merengek untuk bertemu sang nenek. Siapa sangka, pada keesokan harinya, tepatnya pada pukul 23.00, kakaknya Y datang dan melabrak Dina.Terjadilah adu mulut antara Y, adik ipar Dina, dan Dina. Ibu Dina hanya bisa menangis dan memukuli kepalanya sendiri kebingungan, yang membuat Dina tambah kelimpungan. Y kemudian diusir keluar rumah.”Itu semua pintu udah dikunci sama adikku tapi dia masih gedor-gedor. Akhirnya adik ipar aku itu udah kesel, dan aku disuruh keluar. Akhirnya aku bilang gini, “Udah Ma, aku keluar, nggak apa-apa”. Mamaku bilang, “Jangan keluar, nanti kamu habis”,” kenangnya.Dina keluar tanpa ada kekhawatiran berlebih, tapi di sana dia justru dihajar habis-habisan oleh Y yang padahal saat itu ditemani anaknya yang masih duduk di bangku SMP.”Aku baru mau keluar (dari pagar — red), Dia tangannya udah nyamperin ke aku, udah mau nyekek, tapi ku tepis. Akhirnya aku bilang, “Awas! Jangan disini”. Terus dia langsung teriak di kuping aku,” tuturnya.Ketika di luar rumah, terjadi adu mulut yang hebat. Y tiba-tiba mendorong badan dan kepala Dina ke arah kanan sampai jatuh ke jalan. Y yang kesetanan menginjak leher, rahang, dan juga pelipis Dina. Dina sempat membela diri dengan menjambak Y hingga dia terjatuh. Dina spontan berteriak minta tolong.Di kondisi kacau itu, ada seorang pengendara mobil yang berhenti dan menolong Dina. Dina selamat, meski harus luka-luka dan mengalami trauma.Selama kejadian penganiayaan, Dina punya bukti. Dia sempat merekam audio ketika momen buruk itu berlangsung. Ini lah yang menjadi bukti tambahan yang Dina ajukan ke pihak kepolisian.”Aku masih recovery karena belikat belakangku itu masih perlu terapi beberapa kali di WM Center. Terus, aku juga besok harus ke rumah sakit buat rongent rahang aku karena kena TMJ. Aku pengen kasus aku tidak diabaikan sama polisi hanya karena ini (pelakunya –red ) kakak sendiri,” sungguhnya.”Dan aku tahu tipikal kakakku itu, dia gampang minta maaf, tapi dia nggak dengan tulus. Dan aku nggak butuh permohonan maaf dia. Aku cuma pengen dia itu dibayar, membayar apa yang udah dia lakuin,” pungkasnya.
(ask/ask)


