Senjata Paling Dicari di Dunia Menganggur di Ladang Ukraina

Spread the love


Jakarta –
Ini adalah senjata yang saat ini paling dicari di dunia, namun kini hanya teronggok diam di sebuah ladang jagung di Ukraina dengan tabung-tabung peluncur kosong, terakhir kali ditembakkan 10 minggu lalu.Rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat itu memang banyak didambakan karena kecanggihannya. Senjata ini merupakan salah satu dari sedikit senjata yang mampu merontokkan rudal balistik di kawasan Teluk saat perang dengan Iran dan khususnya di Ukraina yang belakangan dihantam habis oleh lonjakan serangan Rusia.CNN adalah media pertama yang melihat langsung sistem Patriot di wilayah Ukraina. Pejabat Ukraina membenarkan mereka praktis kehabisan rudal pencegat.
Keenam belas tabung Patriot yang dilihat menunjukkan tanda penggunaan rutin, namun kepala teknisinya yang menyebut nama depannya Dmytro, mengaku sudah tidak melihat peluncur Patriot ditembakkan selama enam minggu.Ukraina enggan merinci berapa banyak sisa rudal pencegatnya. Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya butuh 5% total persediaan AS agar bisa bertahan melewati musim dingin, namun saat ini hanya punya 1%.”Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun,” ujar Dmytro yang dikutip detikINET dari CNN.Pertama kalinya ia tidak memiliki satupun rudal pencegat untuk ditembakkan adalah Desember 2025. “Sulit digambarkan, perasaan sangat kuat dan buruk. Rasanya seperti sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas,” katanya.Peluncur itu merupakan bagian sistem radar dan pusat kendali kompleks, serta dioperasikan jarak jauh dengan awak berada jauh dari peluncur saat senjata ditembakkan. Anggota awak, Heorhi, mengatakan keputusan mengenai rudal mana yang harus dicegat datang seiring pengalaman dan instruksinya diberikan komandan unit.Krisis global pasokan rudal pencegat Patriot diperparah oleh penggunaan sangat masif di Teluk pada Maret dan April, seringkali untuk melawan serangan drone Iran yang berharga murah.Negara Teluk yang kaya diperkirakan telah menggunakan puluhan rudal pencegat. Dmytro mengaku sudah tahu bahwa konflik di Timur Tengah akhirnya akan berdampak pada Ukraina.”Kami sudah menduga akan mendapat masalah. Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama, rudal yang sama dengan yang bisa kami gunakan untuk melawan rudal balistik Rusia,” ucapnya, dikutip detikINET dari CNN.Pasukan koalisi rata-rata menggunakan 225 rudal pencegat per hari dalam empat hari pertama perang dengan Iran, menurut Foreign Policy Research Institute. Pihak pabrikan, Lockheed Martin, memproduksi 620 rudal pencegat tahun 2025 atau 1,7 rudal per hari, dengan kesenjangan rasio 132 banding 1 antara penggunaan dan produksi.Di Januari, Pentagon membuat kesepakatan berdurasi tujuh tahun agar Lockheed Martin mampu memproduksi 2.000 unit setiap tahunnya pada tahun 2030. Saat itu perang di Ukraina akan memasuki usia kedelapan.Tidak diketahui berapa banyak rudal pencegat yang dijanjikan AS ka Ukraina atau seberapa besar total cadangan AS di mana Zelensky mengklaim memiliki 1%-nya. Zelensky sempat menyinggung mengenai keinginan Ukraina merakit senjata itu dengan lisensi dari AS dan pabrikannya.Di sela KTT NATO di Ankara, Donald Trump sempat menawarkan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi Patriot. Perwakilan Raytheon dan Lockheed Martin pun ke Kyiv untuk bertemu Zelensky, tapi tak lama kemudian Trump ragu pemberian lisensi akan berlanjut.Seorang pejabat Gedung Putih menyebut belum ada keputusan terkait produksi rudal pencegat Patriot tersebut dan bahwa keamanan teknologi AS adalah yang terpenting.

(fyk/fyk)



Sumber Asli


Spread the love

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leon

Admin Support