Menkomdigi: Pusat AI di Universitas Memperkuat Ekosistem AI Nasional

  • Home
  • IT Solution
  • Menkomdigi: Pusat AI di Universitas Memperkuat Ekosistem AI Nasional
Spread the love

Sure! Here’s the rewritten content while keeping the HTML tags intact:

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa keberadaan pusat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di universitas-universitas dapat memperkuat ekosistem AI nasional.

Pada acara peluncuran NVAITC Joint Center UGM–Indosat Ooredoo Hutchison–NVIDIA di Innovation and Creativity Center Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis, ia menyampaikan bahwa pengembangan AI tidak bisa hanya mengandalkan teknologi yang dibawa dari negara lain.

Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk membangun kapabilitas sendiri dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta melakukan penelitian dan inovasi.

Menurutnya, kedaulatan AI harus dibangun dengan memperkuat kapasitas talenta, riset, komputasi, dan ekosistem teknologi agar bisa mengembangkan AI sesuai dengan kebutuhan nasional.

“Mari kita bangun AI di Indonesia, untuk kepentingan Indonesia,” tuturnya.

NVAITC Joint Center UGM–Indosat Ooredoo Hutchison–NVIDIA dianggap sebagai langkah strategis untuk mempercepat penelitian, inovasi, dan pengembangan talenta AI yang menghubungkan kekuatan akademisi, industri, mitra teknologi, dan pemerintah.

Salah satu dasarnya adalah GPU Merdeka, yang memungkinkan mahasiswa dan peneliti mengakses komputasi berkinerja tinggi melalui model GPU-as-a-Service.

Meutya mendorong agar NVAITC Joint Center tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengembangan teknologi, tetapi juga memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk menguasai teknologi dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan konektivitas, pusat data, layanan cloud, dan kapasitas komputasi harus disertai dengan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, serta melindungi data, keamanan sistem, dan membangun kepercayaan publik.

Meutya menjelaskan bahwa teknologi tidak akan menciptakan nilai tambah tanpa talenta yang mampu memanfaatkannya.

Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) untuk mempersiapkan praktisi dan spesialis AI.

Talenta yang dikembangkan diarahkan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi Indonesia.

Meutya memberikan contoh, seperti Tech4Disaster yang dirancang untuk memperkuat mitigasi bencana, SmartAgri untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi irigasi, serta e-Nose TB yang membantu dalam skrining tuberkulosis secara non-invasif.

Menkomdigi menekankan betapa pentingnya penguatan kapasitas AI di era teknologi digital ini sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Lebih jauh, pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 19 persen pada tahun 2045.

Sumber Asli


Spread the love

Comments are closed

Leon

Admin Support