Putri Bill Gates Tersandung Skandal, Terancam 20 Tahun Penjara?

  • Home
  • IT Solution
  • Putri Bill Gates Tersandung Skandal, Terancam 20 Tahun Penjara?
Spread the love



Jakarta -
Phoebe Gates, putri bungsu pendiri Microsoft Bill Gates, tengah menjadi sorotan. Startup belanja berbasis kecerdasan buatan (AI) yang didirikannya, Phia, dituding menggunakan praktik cookie stuffing untuk mendapatkan komisi dari transaksi yang sebenarnya tidak mereka hasilkan.Jika tudingan tersebut terbukti dan dilakukan secara sengaja, Phoebe dan co-founder Phia, Sophia Kianni, berpotensi menghadapi gugatan perdata hingga persoalan pidana. Namun sejauh ini Phia maupun kedua pendirinya belum didakwa melakukan tindak pidana apa pun.Phoebe yang kini berusia 23 tahun mendirikan Phia bersama Kianni, teman kuliahnya di Stanford. Layanan ini berfungsi sebagai asisten belanja AI yang membantu pengguna membandingkan harga, mencari kode diskon, hingga menemukan alternatif barang bekas.
Apa Itu Cookie Stuffing?Kontroversi bermula dari investigasi Bloomberg. Phia dituding menggunakan teknik yang membuat kode referral atau cookie afiliasinya terpasang ketika pengguna berbelanja, termasuk pada transaksi yang tidak benar-benar didatangkan oleh Phia.Dengan cara tersebut, sebuah layanan dapat tercatat sebagai pihak yang menghasilkan transaksi dan berpotensi menerima komisi. Padahal konsumen mungkin datang ke toko online secara mandiri atau melalui pihak afiliasi lain.Bloomberg kemudian melaporkan, berdasarkan komunikasi internal dan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa Phoebe dan Kianni disebut telah mengetahui fitur pemasangan cookie otomatis sejak berbulan-bulan sebelumnya. Phia membantah sejumlah aspek temuan Bloomberg.Phia mengatakan fitur yang menyebabkan kesalahan atribusi telah dihapus pada 7 Juli 2026. Perusahaan juga tengah meninjau transaksi dan membalikkan transaksi yang salah atribusi kepada mitra merek.”Kami akan belajar dari hal ini dan ingin memastikan pengguna mendapatkan pengalaman belanja terbaik,” kata juru bicara Phia, seperti dikutip dari People. Perusahaan juga berencana merekrut kepala kepatuhan agar masalah serupa tidak terulang.Phoebe Gates, membuka bisnis bersama rekannya Sophia Kianni. Foto: BFA/Zach Hilty


Bisa Terancam 20 Tahun Penjara?Kontroversi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi pendiri Phia.Star Kashman, founding partner Cyber Law Firm, mengatakan kepada New York Post bahwa praktik semacam ini secara teori dapat bersinggungan dengan wire fraud atau penipuan menggunakan sarana komunikasi elektronik di Amerika Serikat.Wire fraud memiliki ancaman maksimum hingga 20 tahun penjara. Namun, jaksa harus dapat membuktikan bahwa seseorang secara sadar berpartisipasi dalam skema untuk menipu pihak lain.Karena itu, bukan berarti Phoebe Gates otomatis terancam dipenjara 20 tahun. Kashman menilai konsekuensi yang lebih mungkin, apabila tudingan tersebut terbukti, adalah gugatan perdata dan penalti finansial.Kasus cookie stuffing memang pernah berujung pidana. Mantan afiliasi eBay Shawn Hogan, misalnya, pernah dijatuhi hukuman lima bulan penjara dan denda USD 25.000 setelah tersangkut kasus terkait praktik tersebut.Untuk saat ini, kontroversi Phia masih berupa tudingan dan sengketa mengenai atribusi transaksi. Belum ada dakwaan pidana terhadap Gates, Kianni ataupun Phia, sehingga ancaman hukuman maksimum 20 tahun tidak boleh diartikan sebagai hukuman yang saat ini sedang mereka hadapi, demikian dilansir dari New York Post.



(afr/afr)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



Sumber Asli


Spread the love

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leon

Admin Support