Analisis menetapkan target harga GOTO mencapai Rp78

Spread the love

Jakarta (ANTARA) – Beberapa analis tetap mengeluarkan rekomendasi beli untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II 2026 pada 29 Juli, dengan target harga berkisar antara Rp70 hingga Rp78 per saham.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, menetapkan target harga saham GOTO di angka Rp70 per saham. Di sisi lain, analis UOB Kay Hian, Willinoy Sitorus, menawarkan rekomendasi “buy” dengan target harga Rp78 per saham.

Analis Macquarie, Ariyanto Jahja, juga mempertahankan pandangan optimis terhadap saham GOTO dengan target harga Rp72 per saham. Dengan ini, rata-rata target harga yang diberikan oleh para analis tetap di atas Rp70 per saham.

Dalam risetnya, Kafi menilai dampak dari kebijakan penurunan komisi ojek daring menjadi 8 persen terhadap bisnis GoTo tidak akan sebesar kekhawatiran yang ada, karena kebijakan itu hanya berlaku untuk layanan roda dua.

Menurutnya, kebijakan tersebut membatasi eksposur terhadap bisnis On-Demand Services (ODS) secara keseluruhan, sehingga GoTo memiliki ruang untuk tetap mempertahankan kinerja bisnis. Manajemen GoTo juga dinilai telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Salah satu langkah yang diambil perusahaan adalah melakukan rasionalisasi promosi dan insentif kepada pelanggan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menjaga profitabilitas di tengah perubahan struktur komisi.

Meski demikian, Kafi mengingatkan bahwa ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan investor, seperti penurunan daya beli masyarakat yang bisa mempengaruhi bisnis on-demand melalui Gojek dan layanan teknologi keuangan GoPay.

Ia juga menekankan potensi keluarnya saham GOTO dari indeks MSCI serta risiko terkait pelaksanaan program buyback. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Juni 2026, para pemegang saham GoTo menyetujui rencana buyback senilai maksimum Rp3,5 triliun untuk periode 2026 hingga 2027.

Sementara itu, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO masih menjadi salah satu emiten dengan volume transaksi tertinggi selama kuartal II 2026, dengan volume transaksi mencapai 163,16 miliar saham atau setara 8,05 persen dari total saham yang diperdagangkan di BEI pada periode tersebut.

Sumber Asli


Spread the love

Comments are closed

Leon

Admin Support