Jakarta –
Penataan kabel fiber optik di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Banten menghadapi persoalan koordinasi pembangunan. Kabel yang sudah direlokasi berisiko kembali terganggu akibat proyek trotoar, drainase, hingga perbaikan jalan yang tidak terintegrasi antarpemerintah daerah dan instansi terkait.Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) menyoroti persoalan tersebut dalam Rapat Koordinasi Penataan Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi Fiber Optik 2026 di Hotel Harper Cawang, Jakarta Timur.Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar mengatakan, sinkronisasi program pembangunan menjadi kunci agar pekerjaan penataan jaringan tidak berujung pada penggalian ulang, pembengkakan biaya, hingga gangguan layanan internet pelanggan.
“Karena itu, sinkronisasi dengan program pembangunan lain sangat penting, agar jalur relokasi yang sudah selesai tidak digali ulang atau terganggu oleh pekerjaan trotoar, drainase, maupun perbaikan jalan. Selain itu, Apjatel juga berupaya untuk dapat membantu menekan biaya yang harus ditanggung oleh penyedia jaringan,” ujar Jerry dikutip dari pernyataan tertulis.Salah satu contoh persoalan tersebut terjadi di Jalan Karang Tengah Raya, Jakarta Selatan. Pekerjaan drainase dengan metode jacking yang berlangsung bertahap hingga 11 Desember 2026 berdampak pada kabel fiber optik dan subduct utilitas, sehingga mengganggu layanan internet pelanggan.Lokasi tersebut juga terdampak ketika proses relokasi jaringan masih berada dalam tahap uji kelayakan. Hasil monitoring dan evaluasi pada 13 Mei 2026 turut mencatat persoalan pertanggungjawaban atas kerugian yang muncul.Apjatel menilai, persoalan ini berkaitan dengan belum terintegrasinya program pembangunan antarpemangku kepentingan di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Setiap organisasi perangkat daerah memiliki target kinerja masing-masing, tetapi pelaksanaannya perlu diselaraskan agar tidak saling mengganggu.Akibatnya, infrastruktur yang sudah diperbaiki, termasuk trotoar, berpotensi kembali dibongkar untuk pekerjaan penataan kabel. Untuk mencegah persoalan berulang, Apjatel mulai menyelaraskan rencana penataan jaringan fiber optik pada 2027 dengan pemerintah daerah, instansi terkait, mitra, dan penyelenggara jaringan telekomunikasi.Menurut Jerry, rapat koordinasi tahunan ini menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk mengevaluasi pekerjaan sepanjang 2026 sekaligus memperoleh informasi rencana pembangunan dan relokasi lebih awal.”Poin utama dari pertemuan ini adalah untuk bisa mendapatkan informasi dan masukan dari berbagai pihak terkait lebih awal, sehingga Apjatel dapat membantu memastikan kesiapan tim di lapangan, memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta menyusun anggaran dan perencanaan 2027 dengan lebih baik dan matang,” tuturnya.Penataan jaringan dilakukan secara bertahap melalui relokasi kabel dari jaringan udara menuju kabel tanam, penerapan tiang utilitas terpadu, serta perapihan kabel udara di sejumlah ruas jalan di Jabodetabek, Serang, dan Banten.Dalam rapat tersebut, para pemangku kepentingan juga menyepakati sejumlah langkah, antara lain mengintegrasikan koordinasi pemerintah daerah dengan ekosistem telekomunikasi, menyelaraskan proses perizinan, serta menyampaikan rencana relokasi 2027 kepada seluruh pihak sejak dini.Apjatel juga mendorong forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) yang melibatkan gubernur, wali kota, hingga tingkat RT/RW untuk membahas persoalan di lapangan. Selain itu, pemantauan proyek dan rekonsiliasi rencana anggaran biaya (RAB) antara mitra dan penyelenggara jaringan akan diperkuat.Dalam pelaksanaannya, instansi terkait diminta menyiapkan data ruas jalan yang akan direlokasi, program pembangunan yang berpotensi berdampak pada jaringan fiber optik, serta sinkronisasi jadwal pekerjaan dan kesiapan survei bersama.Jerry menegaskan keberhasilan penataan jaringan tidak cukup diukur dari jumlah kabel yang direlokasi. Koordinasi pekerjaan juga harus menjamin keselamatan pengguna jalan dan menjaga kontinuitas layanan telekomunikasi.”Keberhasilan penataan jaringan bukan hanya diukur dari berapa banyak kabel yang telah direlokasi, tetapi juga dari bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara terkoordinasi, aman, efisien, dan tidak mengganggu layanan masyarakat. Kami berharap evaluasi tahun ini dapat menghasilkan perencanaan yang lebih matang dan kolaborasi yang lebih kuat pada 2027,” tutup Jerry.
(agt/agt)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)


