Tutorial

Hosting Unlimited Indonesia

Pernahkah Anda membayangkan jika dunia digital menyatu dengan dunia nyata? Nah, AR atau Augmented Reality adalah teknologi modern yang mampu mewujudkannya. 

Kalau pernah mendengar tentang Pokemon Go, game ponsel yang memungkinkan Anda menjelajahi dunia Pokemon di sekitar saat Anda berjalan-jalan di taman atau tempat umum lainnya, inilah salah satu contoh teknologi AR.

Melalui AR, siapa pun dapat berinteraksi dengan karakter virtual di dunia nyata. Namun, AR bukan hanya tentang game, lho. Teknologi ini terus berkembang pesat dan kini telah diterapkan di berbagai bidang.

Penasaran mau tahu apa itu augmented reality (AR) dan konsep dasarnya? Di artikel ini, kami akan menjelaskan lebih dalam tentang pengertian augmented reality. Yuk mulai!

Apa Itu Augmented Reality?

Augmented reality adalah teknologi yang membawa elemen virtual ke dalam dunia nyata. Dengan AR, Anda dapat melihat objek maya secara langsung di dalam lingkungan dunia nyata.

Dengan menggunakan teknologi seperti kamera, sensor, dan algoritma pemrosesan gambar, AR juga memungkinkan Anda berinteraksi dengan objek visual secara real-time.

augmented reality menampilkan objek di atas meja pada kamera hp

Kehadiran AR telah membuka peluang baru dalam berbagai industri, serta menjadi landasan terciptanya berbagai  inovasi menarik. Di bidang hiburan, AR telah mengubah cara bermain game, menonton film, dan bahkan menghadiri konser musik.

Di dunia medis, AR juga bisa berfungsi sebagai alat navigasi bedah yang membantu dokter dalam operasi yang lebih akurat, serta dalam pelatihan medis untuk mempelajari seluk beluk anatomi dan simulasi yang realistis.

Sedangkan di dunia bisnis, experiential marketing adalah metode pemasaran yang sering kali memanfaatkan AR untuk menciptakan pengalaman interaktif bagi pelanggan.

Selain itu, AR juga diterapkan dalam pendidikan, desain produk, perawatan kesehatan, dan industri lainnya.

Nah, setelah memahami apa itu augmented reality, Anda mungkin juga pernah mendengar teknologi Virtual Reality (VR) yang sama populernya di dunia gaming. Tapi, apa perbedaan keduanya? Simak pembahasannya di bawah ini yuk!

Perbedaan Augmented Reality dan Virtual Reality

Dalam virtual reality (VR), pengguna sepenuhnya tenggelam dalam dunia digital. Di sisi lain, AR adalah teknologi yang menggabungkan elemen virtual dengan dunia nyata dengan lebih sedikit interaksi dibandingkan VR.

Sebagai contoh, VR memungkinkan Anda benar-benar merasakan sensasi berada di luar angkasa. Sedangkan dalam AR, Anda menggunakan perangkat seperti smartphone atau kacamata AR untuk melihat objek virtual seperti karakter animasi dan model 3D.

Selengkapnya, ini dia perbedaan augmented reality dan virtual reality.

Baca juga:   Waspada Scam, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Menjadi Korban!
Tabel perbedaan AR dan VR

Singkatnya,  perbedaan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) terletak pada cara pengguna berinteraksi dengan dunia digital.  Dengan AR, Anda bisa berinteraksi dengan dunia digital dan virtual, sedangkan pada VR Anda serasa masuk ke dunia lain yang sepenuhnya berbeda dengan dunia tempat Anda berada saat ini.

Semua ini tidak lepas dari teknologi kecerdasan buatan yang kini terus dikembangkan. Mau tahu bagaimana AI memainkan perannya dalam augmented reality? Mari lanjutkan ke bagian berikutnya!

Peran AI pada Augmented Reality

Teknologi kecerdasan buatan atau AI adalah sebuah kunci penting dalam augmented reality. AI memungkinkan AR untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif, realistis, dan personal.

Peran utama artificial intelligence pada teknologi AR adalah:

  • Mengenali objek dalam lingkungan nyata dan melacaknya secara presisi.
  • Memproses gambar dan video dari lingkungan nyata secara real-time.
  • Memahami perintah suara dan bahasa pengguna.
  • Meningkatkan kemampuan AR dalam mempelajari preferensi pengguna melalui machine learning.
  • Mengembangkan konten AR yang lebih realistis dan menarik.

Secara keseluruhan, AI berperan penting dalam meningkatkan kemampuan AR untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan relevan bagi pengguna. 

Cara Kerja Augmented Reality

Prinsip dasar cara kerja augmented reality adalah menggabungkan dunia nyata dengan elemen virtual untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan interaktif.

Secara umum, ini dia cara kerja AR:

  1. Sensor mengumpulkan data dari lingkungan sekitar melalui perangkat seperti kamera, mikrofon, dan GPS.
  2. Data yang dikumpulkan diproses melalui teknologi AI dan computer vision untuk menganalisis informasi dari lingkungan sekitar.
  3. Terjadi proses pemetaan posisi menggunakan GPS, accelerometer, dan gyroscope untuk menghitung posisi dan orientasi pengguna di dunia nyata.
  4. Objek virtual seperti gambar, video, atau animasi diproyeksikan dan disatukan dengan tampilan dunia nyata ke layar perangkat.
  5. Pengguna dapat berinteraksi dengan objek virtual melalui gestur, suara, atau sentuhan.

Dengan cara kerja ini, teknologi AR yang mampu menghadirkan objek virtual pada  sudut pandang pengguna tentunya bisa menjadi inovasi baru dalam berbagai bidang seperti hiburan, pemasaran, pendidikan, medis, dan industri.

Menarik, kan? Kalau ingin menerapkan teknologi ini pada bisnis, khususnya apabila bisnis Anda bergerak di bidang digitalisasi, sebaiknya pelajari dulu kelebihan dan kekurangan AR yang akan kami bahas berikutnya.

Kelebihan dan Kekurangan Augmented Reality

Dari pembahasan cara kerja AR di atas, Anda mungkin mulai bisa memahami teknologi ini dari berbagai sudut pandang. Kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan penggunaan AR.

Baca juga:   Tutorial Menggunakan PHP Composer untuk Project Anda

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam mengimplementasikan augmented reality.

Kelebihan Augmented Reality

  • Memperkaya pengalaman pengguna dengan menggabungkan elemen virtual dan dunia nyata.
  • Memberikan pengalaman dan visualisasi yang realistis.
  • Meningkatkan interaksi dan keterlibatan pengguna dalam lingkungan nyata.
  • Mempermudah pemahaman informasi berupa objek, instruksi, hingga materi berbentuk virtual.
  • Menghadirkan inovasi baru di bidang hiburan, pemasaran, pendidikan, dan industri.

Kekurangan Augmented Reality

  • Membutuhkan perangkat khusus seperti smartphone atau headset AR untuk mengakses pengalaman AR.
  • Penggunaan AR dapat menguras daya baterai perangkat pengguna dengan cepat.
  • Beberapa pengalaman AR mungkin masih dalam tahap pengembangan dan bisa jadi belum sepenuhnya kompatibel di seluruh perangkat.
  • Kemampuan AR tergantung pada kualitas sensor dan koneksi internet yang digunakan.
  • Biaya implementasi teknologi AR cukup tinggi.

Jenis-Jenis Augmented Reality

Berdasarkan popularitas penggunaannya, jenis-jenis augmented reality adalah:

1. Marker Based AR

Marker Based Augmented Reality adalah jenis AR yang menggunakan marker atau penanda tertentu untuk memposisikan konten di dunia nyata. Marker ini bisa berupa kode QR, objek khusus, logo, atau pola unik lainnya.

Pokemon Go adalah contoh marker based AR

Pokemon Go adalah salah satu contoh terkenal dari AR jenis ini. Dalam permainan ini, pemain akan melihat dunia nyata dengan karakter pokemon yang muncul saat mereka menemukan marker tertentu.

2. Markerless AR

Markerless Augmented Reality, juga dikenal sebagai SLAM (Simultaneous Localization and Mapping), tidak memerlukan marker fisik untuk menempatkan objek virtual.

Teknologi ini menggunakan fitur-fitur lingkungan seperti dinding, permukaan, atau pola unik untuk melacak dan menempatkan objek virtual.

aplikasi virtual furniture dari IKEA
Sumber: architectmagazine.com

Salah satu contoh populer dari AR jenis ini yaitu fitur virtual furniture di aplikasi IKEA. Pengguna dapat memindai ruangan mereka menggunakan kamera ponsel, dan aplikasi akan menempatkan furnitur virtual di lokasi yang tepat di dalam ruangan tersebut.

3. Projection Based AR

Projection Based Augmented Reality menggunakan proyeksi cahaya untuk membuat objek virtual tampak di permukaan fisik. Caranya yaitu dengan memberikan cahaya buatan ke permukaan benda yang ingin diproyeksikan.

Projection based AR menampilkan display toko
Sumber: lightform.com

Contoh penggunaan AR jenis ini adalah display produk di toko. Objek virtual seperti animasi diproyeksikan langsung ke produk fisik itu sendiri untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan informatif kepada pelanggan.

4. Superimposition Based AR

Superimposition Based Augmented Reality memadukan objek virtual dengan objek fisik dalam dunia nyata secara real-time.

Filter kamera adalah contoh AR
Sumber: FaceArt

Filter aplikasi di media sosial seperti Instagram, TikTok, atau Snapchat adalah contoh umum Superimposition Based AR. Pengguna dapat menerapkan filter atau efek khusus yang menempel pada wajah mereka saat menggunakan kamera ponsel.

Baca juga:   Apa Itu Managed WordPress Hosting? Terbaru dan Pertama di Indonesia!

Contoh Penerapan Augmented Reality

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, ini adalah beberapa contoh penerapan augmented reality yang juga populer di kalangan masyarakat:

  • Google Maps Live View untuk membantu pengguna dalam melihat arah yang tepat melalui kamera ponsel mereka
  • Google Translate AR untuk menerjemahkan teks melalui kamera smartphone
  • Fitur virtual try-on pada toko online. Misalnya, website Warby Parker memanfaatkan AR agar pengguna dapat mencoba kacamata secara virtual sebelum membelinya, membantu pengguna memilih produk yang sesuai.
  • Visualisasi 3D. Fitur ini memungkinkan suatu website atau aplikasi menghasilkan model 3D yang bisa diajak berinteraksi. Contohnya The Silly Bunny yang menggunakan 3D untuk mengajak pengguna berinteraksi dengan karakter dalam buku cerita mereka.

Dengan penggunaan AR yang semakin luas, perusahaan dapat menciptakan pengalaman baru yang menarik bagi konsumen dan memperkuat citra merek mereka. Tak heran, AR sudah menjadi marketing trends di era modern ini.

Augmented Reality: Bawa Realitas Virtual ke Dunia Nyata

Sekarang, Anda sudah memahami pengertian augmented reality, cara kerja, manfaat, hingga beberapa contoh augmented reality.

Dengan menggabungkan dunia nyata dan elemen virtual, AR memberikan pengalaman yang kaya dan interaktif bagi pengguna. Selain itu, AR juga bisa membantu menciptakan inovasi modern bagi berbagai industri.

Nah jika Anda tertarik mengadopsi teknologi ini untuk bisnis Anda, perlu diingat bahwa performa AR tergantung pada infrastruktur yang Anda gunakan. Salah satunya adalah hosting.

AR memerlukan penggunaan data yang besar dan real-time secara terus-menerus. Oleh karena itu, hosting yang buruk dapat mengakibatkan keterlambatan dan masalah koneksi, yang dapat merusak pengalaman pengguna.

Maka dari itu, kami merekomendasikan cloud hosting ataupun VPS.  Dengan hosting yang handal, aplikasi augmented reality dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengguna.

Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan cloud hosting dan VPS terbaik yang cocok untuk aplikasi AR. Sebab, Anda akan memiliki hosting dengan server terbaik, skalabilitas tinggi, serta lapisan keamanan yang mumpuni.

Yuk, mulailah mengembangkan teknologi augmented reality (AR) dengan hosting terbaik untuk mendapatkan performa dan keamanan yang optimal!

Hosting Unlimited Indonesia


Sumber Artikel

Author

admin

Leave a comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: