Jakarta (ANTARA) – Perusahaan teknologi, Meta, sedang mengembangkan fitur baru untuk melawan penipu digital atau scammers di layanan WhatsApp yang disebut Scam Alert.
Fitur ini sudah memasuki tahap pengujian beta dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Cara kerjanya adalah dengan menjalankan model pembelajaran mesin di perangkat untuk mendeteksi pesan penipuan.
Dikutip dari Cnet, Kamis (13/8) waktu setempat, Meta menjamin bahwa data yang diperoleh oleh AI tidak akan mengganggu privasi percakapan pengguna. Tidak ada percakapan yang akan dibagikan ke WhatsApp, Meta, atau entitas lainnya.
Agar dapat menggunakan fitur ini, pengguna harus mengaktifkan Scam Alert di menu pengaturan WhatsApp.
Setelah diaktifkan, AI akan diunduh secara otomatis ke ponsel pengguna untuk mempelajari pesan-pesan penipuan. Pengguna dapat mematikan fitur ini kapan saja.
Scam Alert akan berjalan di latar belakang dengan mengklasifikasikan pesan teks yang masuk dari pengirim yang tidak dikenal.
Aplikasi ini menganalisis pola komunikasi terkait penipuan, seperti permintaan informasi pribadi, nada mendesak, dan taktik membangun kepercayaan yang umumnya digunakan dalam penipuan berbasis hubungan romantis atau yang sering disebut love scamming.
WhatsApp akan menampilkan notifikasi peringatan potensi penipuan dalam pesan yang hanya akan terlihat oleh penerima jika terdeteksi adanya pesan penipuan.
Untuk menanggapi notifikasi tersebut, pengguna dapat memblokir pengirim pesan, melaporkan percakapan, mengabaikan notifikasi, atau mempercayai pengirim yang tidak dikenal.
Opsi terakhir akan menghapus tanda peringatan dan menghentikan pemberitahuan di masa mendatang untuk percakapan tersebut.
Karena ini adalah AI yang terus belajar, pengguna nantinya akan diminta untuk membagikan lima pesan terakhir dari pengirim terpercaya langsung ke WhatsApp untuk membantu meningkatkan akurasi model dalam membedakan pesan penipuan dan komunikasi sehari-hari.
Bagian fitur ini tidak berjalan otomatis dan pengguna harus memilih untuk membagikan data tersebut.
Fitur Scam Alert masih dalam versi beta terbatas, sehingga belum semua pengguna dapat menggunakannya. Meta juga belum mengumumkan tanggal peluncuran publik penuh untuk fitur tersebut.



Comments are closed