Tutorial


Dalam dunia komputer, brainware adalah istilah yang mungkin asing bagi Anda. Sebab, Anda mungkin sebatas mengenal hardware komputer dan software di dalamnya. 

Lalu, apa pengertian brainware dan kenapa Anda harus memahaminya? Benarkah brainware adalah salah satu sumber daya terpenting bagi perusahaan? Atau konsep brainware bisa diterapkan secara luas?

Nah, artikel ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan brainware, fungsi, dan jenis-jenis brainware. Oleh karena itu, mari simak penjelasannya!

Pengertian Brainware

Brainware adalah orang yang menggunakan perangkat komputasi. Selain itu, istilah brainware bisa diartikan perangkat intelektual.

Oleh karena itu, keberadaan brainware adalah hal penting dalam dunia IT, baik dalam ranah pribadi, lebih-lebih dalam pemanfaatan secara profesional di perusahaan. 

Tanpa adanya pengguna yang menghubungkan perangkat komputer dan software di dalamnya, tujuan keduanya tidak dapat dicapai. Sebagai contoh, Microsoft Office Word yang merupakan sarana untuk mengolah kata tidak bisa melaksanakan fungsinya tanpa peran brainware.

Itulah mengapa peran brainware di dalam perusahaan penting. Brainware mampu mendukung kinerja perusahaan dengan keahlian IT-nya. 

Contohnya, membuat dan mengelola website perusahaan, mengolah data perusahaan untuk dijadikan insight, serta menjaga keamanan jaringan komputer perusahaan.

Selain itu, brainware memiliki fungsi lainnya yang akan dibahas di bawah ini.

Fungsi Brainware

Berikut ini adalah beberapa fungsi brainware:

1. Sebagai Programmer

Brainware harus memahami berbagai bahasa pemrograman. Tujuannya, agar ia mampu menciptakan program sesuai kebutuhan penggunanya. 

Baca juga:   Ternyata Sidik Jarimu Bisa Dilacak, Jika Berpose Foto Seperti Ini di Media Sosial!

Di dalam perusahaan, misalnya, brainware bisa membangun program customer retention management. Dengan bantuan program tersebut, perusahaan mampu mengelola data para pelanggan dan menghubungi mereka melalui satu platform saja.

2. Sebagai Administrator

Fungsi brainware yang kedua adalah menjalankan tugas administrator. Artinya, ia harus mengelola jaringan komputer agar bekerja semestinya. Contohnya dalam lingkup perusahaan, memastikan kelancaran server penyimpanan data perusahaan supaya senantiasa bisa diakses untuk kebutuhan bisnis.

Selain itu, tugas brainware sebagai administrator cukup beragam. Di antaranya, menjaga keamanan jaringan komputer perusahaan dan membantu karyawan yang mengalami masalah teknis.

3. Sebagai Operator

Terakhir, fungsi brainware yaitu bertindak sebagai operator. Sebagai operator, tugas brainware adalah mengoperasikan program yang digunakan untuk keperluannya. Misalnya, sebagai alat bekerja atau menimba ilmu.

Nah, itu tadi ketiga fungsi brainware. Lalu, apa saja jenis brainware?

Jenis-Jenis Brainware

Ini dia jenis-jenis brainware yang perlu Anda ketahui:

1. Project Manager

Salah satu jenis brainware adalah project manager. Ia bertanggung jawab untuk merencanakan segala proyek pembuatan jaringan dan program.

Oleh sebab itu, project manager tidak hanya dituntut untuk ahli dalam pemrograman dan pemeliharaan jaringan, tetapi juga mengelola waktu, anggaran, dan karyawan.

2. System Analyst

System analyst adalah jenis brainware yang mengawasi kinerja program maupun hardware yang digunakan perusahaan. Nantinya, data dari pengawasan tersebut digunakan sebagai evaluasi untuk meningkatkan fungsi program dan hardware.

Baca juga:   Hindari Masalah Keamanan Website WordPress dengan Satu Solusi Jitu!

3. Web Developer

Sesuai namanya, web developer adalah jenis brainware yang membuat website atau aplikasi berbasis web. Web developer membantu kliennya agar memiliki platform online untuk kebutuhan profesional maupun bisnis.

4. Database Administrator

Jenis brainware ini memiliki tanggung jawab untuk mengelola database, seperti database perusahaan dan organisasi. Tujuannya, agar informasi seperti data pelanggan, data karyawan, dan catatan performa bisnis selalu aman dan tersedia untuk digunakan.

5. Security Specialist

Security specialist merupakan jenis brainware yang pekerjaannya memastikan keamanan jaringan komputer dan program. Untuk melakukan hal itu, ada banyak hal yang security specialist lakukan. Di antaranya, memperbaiki celah keamanan program dan memasang firewall untuk mengamankan jaringan.

6. Teknisi

Teknisi adalah brainware yang mengenal berbagai permasalahan hardware dan cara mengatasinya. Dengan begitu, ia bisa memperbaiki kendala pada perangkat komputer maupun jaringan.

7. Trainer

Selanjutnya, jenis brainware adalah trainer. Ia bertugas untuk melatih operator untuk mengoperasikan program dan jaringan. Contohnya, melakukan sosialisasi tentang pembaruan di software customer service milik perusahaan kepada para agen di departemen yang menggunakannya.

8. Operator

Operator merupakan pengguna akhir hardware atau software. Jadi, siapapun yang menggunakan perangkat komputer dan program bisa disebut operator. Contohnya, karyawan, pelajar, dan freelancer.

Komponen Brainware

Brainware dibagi menjadi dua komponen berdasarkan keahliannya, yaitu:

1. Hardware Engineer

Salah satu komponen brainware adalah hardware engineer. Ia merupakan brainware yang pekerjaannya berhubungan dengan perangkat keras. Contohnya, teknisi dan system analyst yang bertugas mengelola jaringan.

Baca juga:   Apa itu GTMetrix? Cara Menggunakan GTMetrix di Website Anda

2. Software Engineer

Berbeda dari hardware engineer, software engineer adalah brainware yang bekerja dengan perangkat lunak. Dalam pekerjaannya, software engineer membangun dan mengelola perangkat lunak agar mampu bekerja dengan baik.

Sudah Tahu Pengertian Brainware, Kan?

Di artikel ini, Anda telah belajar tentang brainware. Pengertian brainware adalah seseorang yang ahli menggunakan hardware dan software dalam perangkat komputasi.

Terlepas dari keahlian brainware, hasil pekerjaannya akan lebih maksimal jika didukung dengan hardware yang mumpuni. Misalnya, apabila Anda seorang developer, performa aplikasi Anda bisa lambat atau bahkan down jika menggunakan layanan hosting yang kurang berkualitas.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tentunya sebagai developer Anda perlu beralih ke layanan hosting yang memiliki uptime tinggi dan sumberdaya berkapasitas besar. Contohnya adalah VPS KVM Niagahoster.

Salah satu layanan hosting yang tepat untuk brainware adalah VPS KVM

Dengan jaminan uptime 99,9%, VPS KVM Niagahoster terhindar dari downtime yang menyebabkan website tidak bisa diakses.

Tak hanya itu, VPS KVM Niagahoster menawarkan sumberdaya berkapasitas besar dan terdedikasi. Dengan demikian, performa aplikasi akan senantiasa cepat dan stabil.

Menariknya, VPS KVM Niagahoster tersedia mulai dari Rp90.000/bulan saja. Jadi, segera pilih paket VPS KVM yang Anda butuhkan!



Sumber Artikel

Author

admin

Leave a comment

Your email address will not be published.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim support kami di sini untuk menjawab pertanyaanmu. Tanyakan apa saja pada kami!
? Halo... ada yg bisa kami bantu?
%d bloggers like this: