Teknologi


AWS

Alkindyweb.com – AWS (Amazon Web Services) mendeteksi banyak malware yang menargetkan badan amal, LSM, dan organisasi bantuan lainnya yang memberikan bantuan Ukraina.

Laporan pada blog AWS telah temukan beberapa kasus terburuk, malware telah menargetkan pasokan medis, upaya bantuan makanan dan pakaian.

“Tim kami telah melihat tanda tangan dan aktivitas malware baru dari sejumlah aktor negara yang kami pantau,” AWS group dalam blog-nya.

Perusahaan tersebut juga telah melakukan tindakan bermitra erat dengan organisasi IT Ukraina untuk menangkis serangan dan bekerja dengan organisasi di Ukraina.

Baca Juga: Percepat Adopsi Cloud, AWS dan ICS Compute Berkolaborasi

Baca juga:   Sinergi Telkom dan BKI Perkuat Digitalisasi Menuju Pembentukan Holding BUMN Jasa Survey

AWS juga telah bermitra dengan LSM di wilayah tersebut untuk membantu kebutuhan kemanusiaan dan bahwa Amazon telah menyumbangkan 5 juta USD (Rp71 juta ) untuk mendukung orang-orang yang terkena dampak invasi.

“Seiring konflik ini berlanjut, AWS dan Amazon secara aktif membantu dan akan terus melakukannya di masa depan baik bagi rakyat Ukraina maupun di seluruh dunia, Kami akan terus bekerja untuk mendukung upaya bantuan dan membawa keahlian dan layanan keamanan kami untuk membantu semua orang yang membutuhkannya ” tulis AWS.

Tim Tanggap Darurat Komputer Ukraina (CERT-UA) juga melaporkan upaya serangan malware terhadap organisasi negara melalui email.

Baca juga:   5 Game PS 5 Yang Sedang Obral Harga Di PlayStation Store

Email tersebut membahas invasi Rusia ke Ukraina dan bantuan keuangan, tapi CERT-UA tidak mengatakan dari mana email berbahaya ini berasal.

Baca Juga: Buka Kumpulan Data Center, AWS Investasi Rp71 Triliun di Indonesia

Situs web Kementerian Pertahanan Ukraina dan dua bank dihancurkan oleh serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS) pada Februari sebelum invasi Rusia.

Sebelumnya AWS tidak menerima pelanggan dari Rusia dan juga Belarusia, atas tindakannya terhadap invasi Ukraina.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh juru bicara AWS yang dikutip ENgadget pada (8/3) yang sebenarnya sudah dihentikan sejak pekan lalu.

Baca juga:   Dengan Harga Rp1 Jutaan, Advan G5 Tawarkan Performa Apik Main Game

Tapi, tindakan AWS untuk memboikot Rusia tidak terlalu berdampak bagi masyarakat yang dipimpin oleh Vladimir Putin.

Karena AWS tidak menjalankan bisnis dengan pemerintahan Rusia, Perusahaan yang berada di negara AS ini juga tidak memiliki kantor pusat di wilayah tersebut.

Langkah Amazon dalam memboikot Rusia, menambah daftar perusahaan yang menarik diri kepada Rusia untuk mendukung Ukraina.

Baca Juga: Malware Dark Herring Menyelinap ke 105 Juta Pengguna Android



Sumber artikel

Author

admin

Leave a comment

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: